Rahasia jaring lengket laba-laba

31 Desember 2010 at 9:23 am 1 komentar

Bagaimana jaring laba-laba yang sudah kuat itu bisa lengket dan mempertahankan kelengketan itu pada kondisi lembap? Para ilmuwan menjawabnya.
Tidak semua laba-laba dapat membuat jaring. Tapi, setiap laba-laba dapat menghasilkan benang sutera yang dihasilkan oleh dua kelenjar dalam perut yang mengeluarkan protein di bagian belakang tubuh laba-laba. Helaian serat protein ini sangat tipis, tapi sangat kuat.
Ilmuwan-ilmuwan dari University of Akron di Ohio, Amerika Serikat, melakukan uji coba untuk mencari tahu zat yang disimpan laba-laba untuk memproduksi benang sutra ini. Profesor dari University of Akron Ali Dhinojwala, Kandidat Doktor Vasav Sahni, dan Profesor Biologi Todd Blakledge ingin mengetahui zat yang membuat jaring laba-laba jadi lengket.
Penelitian mereka menunjukkan zat tersebut terbuat dari polimer yang kental dan elastis. Kekentalan dan elastisitas membantu laba-laba menangkap serangga yang terbang dengan cepat. Mangsa pun terjebak di jaring hingga laba-laba dapat melahap mereka.
Dhinojwala membandingkan zat tersebut seperti permen karet karena keduanya sama-sama dapat terus direntangkan. Uniknya lagi, jaring tersebut tidak kehilangan kelengketan meskipun lembap. Ternyata, kelembapan diperlukan untuk mempertahankan elastisitas jaring. Tanpa kelembapan yang memberi sifat elastis, jaring laba-laba akan mudah hancur.
“Yang dilakukan laba-laba adalah evolusi terbaik. Mereka selamat dengan memanfaatkan alam secara efektif,” kata Dhinojwala.
Sebagian besar laba-laba adalah hewan pemangsa. Mereka menunggu mangsa lewat sambil bersembunyi. Bahkan ada yang bisa menyamarkan tubuhnya di atas tanah atau pohon.
Beberapa laba-laba mengeluarkan bisa, misalnya laba-laba Latrodectus mactan. Setelah mangsa terjebak dalam jaring, laba-laba mendekat dan menusukkan taringnya untuk melumpuhkan dan memasukkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.
Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Jadi, enzim pencernaan sangat membantu dalam proses makan, enzim ini membantu menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Saat bagian dalam tubuh mangsa sudah berubah menjadi cairan, laba-laba menghisapnya beserta hancuran organ si mangsa.
Ada juga laba-laba yang memiliki rahang yang kuat. Jadi, setelah mangsa terperangkap dalam jaring, laba-laba merusak dan meremuknya dengan rahang dan taringnya itu dan kemudian baru dihisap.
Laba-laba penenun punya cara lain melumpuhkan mangsa. Mereka dapat membungkus mangsanya dengan lilitan benang sutra. Ini diperlukan jika mangsa memiliki alat pertahanan yang berbahaya, seperti lebah. Cara membungkus ini juga dilakukan laba-laba untuk menyimpan mangsanya sambil menuggu waktu yang tepat untuk makan.
Sumber: care2.com NationalGeographicIndonesia

Entry filed under: Artikel, Sains. Tags: , , .

Sistem imunisasi punya “rencana cadangan” Otak pelajari kata baru kurang dari 15 menit

1 Komentar Add your own

  • 1. cko  |  29 Januari 2012 pada 12:01 pm

    mas itu digambar laba laba jenis apa mas?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Berita Terakhir

Kategori

Arsip

Blog Temanku

Blogger Warok
Image and video hosting by TinyPic

Jejaring Sosialku

Follow my twitter

Pengunjung Blogku

  • 70,753 pengunjung

Statistik Blog

web stats
Technology blogs
TopOfBlogs
Science Blogs

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 313 pengikut lainnya.