Laut Mati Semakin Mengering

7 Januari 2010 at 7:21 am 1 komentar

Empat puluh tahun lagi, Laut Mati (Dead Sea) mungkin hanya tinggal cerita. Kekhawatiran ini muncul melihat situasi penyusutan air di danau yang paling terkenal di Timur Tengah itu sangat memprihatinkan.

DeadSeaPermukaan air Laut Mati mengalami penyusutan rata-rata 1 meter dalam setahun dan tidak ada tindakan untuk melindungi danau air asin itu akibat memanasnya konflik politik Arab-Israel.

Laut Mati ialah danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina dan Yordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi.

Laut Mati amat asin, yang membuatnya tak mungkin bagi makhluk hidup untuk hidup. Inilah alasan namanya. Bagaimanapun, ini tak benar-benar mati, karena beberapa jenis bakteri bisa hidup di sini.

Laut Mati pernah menjadi salah satu ikon kunjungan wisata ke Timur Tengah yang sangat populer dikunjungi turis. Ia dikenal karena sebagi satu danau air asin yang memiliki konsentrasi kadar garam tertinggi, sehingga semua benda akan mengapung di permukaannya termasuk manusia. Daya tarik ini memancing para turis yang suka berjemur sambil mengapungsambil membaca koran (tanpa perlu berenang) di permukaan airnya.

Namun kini batas air yang mengelilingi danau unik tersebut hanya tersisa satu kilometer saja dan akan semakin berkurang setiap saat. Ini membuat danau tersebut tampak seperti telaga kecil saja.

Penyelamatan Laut Mati memang akan menjadi isu regional, namun hal yang berkaitan dengan lingkungan, geografis, dan historisnya akan berkaitan dengan isu internasional.

Sumber-sumber air yang mengalir ke Laut Mati memang melintasi sejumlah negara di sekelilingnya. Karena Laut Mati berada di tiga teritori kekuasan Israel, Jordan dan Tepi Barat.

Sementara air-air itu dimanfaatkan pula untuk mendukung industri dan pertanian di setiap negara yang dialirinya. Sebuah persoalan pelik yang sangat sensitif.

Sementara, publik Israel umumnya menyambut positif ketika Menteri Kerja Sama Regional Israel Silvan Shalom pada Juni mengusulkan suatu proyek raksasa untuk mengalirkan air Laut Merah ke Laut Mati.

Kendati demikian, semakin banyaknya para pegiat lingkungan menentang rencana tersebut.

Beberapa tahun lalu sempat muncul perdebatan mengenai rencana memompa air Laut Mediterania ke Laut Mati.

Adapted from: AFP/YAHOO

Entry filed under: Artikel, Berita, Sains, Teknologi. Tags: , , , .

Misteri Segitiga Bermuda (Part 4) Sebuah Cloud Roll Over (Awan Aneh) muncul di Uruguay

1 Komentar Add your own

  • 1. eko susilo  |  19 Agustus 2010 pukul 3:53 pm

    tetep salut akan ciptaan tuhan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Arsip

Jejaring Sosialku

Twitter Terbaru


%d blogger menyukai ini: