Bagaimana penguin dapat tahan dingin?

31 Desember 2010 at 9:07 am 2 komentar

Penguin mengalami evolusi pada alat yang berguna untuk mempertahankan kehangatan tubuh mereka. Demikian diperkirakan oleh para ilmuwan.

Kunci adaptasi sehingga penguin dapat bertahan hidup di udara dingin di kutub selatan terletak pada jaringan pembuluh darah yang ada di bahu yang membatasi hilangnya panas lewat sayap mereka. Darah yang mengalir dari sayap ke tubuh akan melewati aliran darah dari tubuh ke sayap. Hasilnya, darah dingin yang mengalir dari sayap akan dihangatkan oleh darah hangat dari tubuh ke sayap. Dengan demikian, kondisi hangat tetap dipertahankan.
Untuk mengetahui evolusi penguin, para peneliti di University of Cape Town di Afrika Selatan meneliti 7 penguin modern dan 19 fosil penguin. Pada spesies modern, jaringan pembuluh darah yang berfungsi untuk menghangatkan terletak di belakang lekukan tulang lengan atas yang disebut humerus.
Para peneliti dikejutkan dengan fakta kalau jaringan serupa mulai berkembang paling tidak 49 juta tahun silam, ketika Bumi berada pada fasa efek rumah kaca akibat gas semburan gunung api ke atmosfer. “Kami menghubungkan alat penahan panas penguin dengan pendinginan global yang terjadi sekitar 34 juta tahun yang lalu,” kata Daniel Thomas, paleontolog dari University of cape Town, kepada LiveScience.
Penguin pertama yang diperkirakan memiliki jaringan penghangat tersebut hidup di Gondwana, sebuah benua yang sekarang telah punah dan kini dikenal dengan nama Seymour Island. Saat itu, suhu di sana  sekitar 15 derajat Celcius. Bandingkan dengan suhu sekarang yang mencapai 1 derajat Celcius.
Thomas dan timnya memperkirakan jaringan penghangat pertama kali berevolusi agar penguin dapat menghemat energi ketika harus menjelajah air dingin dalam waktu yang panjang. Evolusi itu diikuti dengan perubahan struktur tulang yang membuat penguin lebih mudah mengapung dan lebih cepat melaju. Setika udara semakin dingin, jaringan itu berevolusi sehingga penguin bisa masuk ke dalam lapisan es di Antartika.
Penguin sudah hidup di belahan bumi selatan selama 40-an juta tahun. “Itu karena kemampuan mereka bertahan dalam suhu yang sangat rendah,” kata Thomas.
Sumber: LiveScience NationalGeographicIndonesia

Entry filed under: Berita, Sains. Tags: , , , .

Bulan akan berwarna merah pada saat gerhana Bagaimana musik pengaruhi aktivitas otak?

2 Komentar Add your own

  • 1. Agung Rangga  |  31 Desember 2010 pukul 9:18 am

    wow, penguin sudah ada selama itu ya…

    http://popnote.wordpress.com

    Balas
  • […] Bagaimana penguin dapat tahan dingin? « sains dan teknologi […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Arsip

Jejaring Sosialku

Twitter Terbaru


%d blogger menyukai ini: