Halo

4 Januari 2011 at 4:36 pm 13 komentar

Lingkaran halo dengan warna pelangi terekam di atas langit Yogyakarta pada tengah hari, tanggal 4 Januari 2011. Halo bisa terbentuk karena partikel air atau kristal es di udara. Halo bisa berwarna putih, bisa pula berwarna. (Yoga P.S.)

Fenomena alam berupa penampakan cincin raksasa yang mengitari matahari membuat heboh warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kemarin.

Di tengah cuaca terik dan langit cerah, warga melihat pelangi yang berbentuk cincin raksasa tepat mengitari matahari dengan warna kehitam-hitaman terjadi sekitar 30 menit sejak pukul 11.00 WIB.

“Kalau melihat pelangi yang sering dikaitkan mitos sedang ada putri mandi saya sering melihatnya. Tapi jika yang seperti ini, selama hidup saya baru melihat sekarang,” ujar Encep Saefuloh, 51, warga Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Beberapa warga yang tengah melakukan aksi pemblokiran jalan di Desa Padalarang dan Jayamekar juga terkesima melihat kejadian itu. Sebagian besar mengaku baru pertama kali melihat fenomena alam seperti itu. Mereka menduga ada kaitannya dengan cuaca ekstrem yang terjadi pada tahun ini.

“Mudah-mudahan saja, ini hanya karena kejadian alam biasa dan bukan tanda-tanda mau kiamat,” kata Nanang, 38, warga Kampung Sudimampir, Padalarang.

Kepala Observatorium Bosscha Hakim L Malasan mengatakan, fenomena cincin raksasa tersebut biasa disebut halo matahari.

“Halo atau cincin matahari itu merupakan pelangi yang ada di ketinggian ratusan kilometer dari permukaan bumi,” ungkapnya.

Menurut dia, pelangi itu terbentuk dari uap air yang membentuk lingkaran atau cincin. Fenomena ini biasa terjadi saat kondisi langit cerah. Halo matahari terlihat saat peralihan langit dengan matahari yang semula kondisinya kering menyatu dengan awan tipis atau cirrus basah yang naik ke angkasa.

Fenomena alam ini terlihat di hampir seluruh wilayah di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Terkait pengamatan langsung dengan mata telanjang, Hakim menyarankan agar hal tersebut tidak dilakukan ke pusat titik matahari. Alasannya, jika hal itu dilakukan, sangat berbahaya karena ketika lensa mata berinteraksi cukup lama dengan matahari bisa menyebabkan kebutaan.

Sementara itu, para peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan halo matahari merupakan fenomena alam biasa. Halo disebabkan adanya kristal es di awan tinggi karena suhunya sangat dingin.

“Kristal tersebut menyebabkan pembiasan cahaya matahari yang menguraikannya menjadi warna pelangi,” kata peneliti senior astronomi dan astrofisika Lapan Profesor Thomas Djamaluddin, kemarin.

Adapun titik di sekitar matahari dalam lingakaran halo disebabkan efek kontras pelangi.
“Daerah yang bisa melihat adalah yang mataharinya terhalang awan cirrus yang mengandung es tadi. Siang ini (kemarin) di Bandung halo terlihat,” ujar Profesor Thomas.

Adapted from: NationalGeographicIndonesia okezone

Entry filed under: Berita, Sains. Tags: , , , , , , , , , , , , , , , .

Enam gerhana akan terjadi di 2011 “Api Terjun” dari Yosemite National Park

13 Komentar Add your own

  • 1. har  |  4 Januari 2011 pukul 7:22 pm

    wow.. amazing

    Balas
  • 2. Agung Rangga  |  4 Januari 2011 pukul 8:37 pm

    indahnya…
    Coba bisa lihat juga…

    http://popnote.wordpress.com

    Balas
  • 3. Leo  |  4 Januari 2011 pukul 9:25 pm

    Sebenarnya hal gini udah biasa. Secara sains sebenarnya dapat diterangkan. Tapi kebiasaan orang Indonesia, akan menyimpulkan ini sebagai hal-hal mistis.

    Balas
  • 4. BagusDream  |  5 Januari 2011 pukul 11:04 am

    iya semuga saja ini adalah gejala alam saja….
    bukan tanda-tanda mau kiamat…
    akhir-akhir ini banyak sekali kejadian alam yang aneh-aneh…salah satunya halo ini….kmren” saya liat d TV ada yg namax hujan darah d India…. hujan ikan….trz gubangan api…alien…UFo dll….

    d tunggu kunjungannya di…. http://bagusdream.wordpress.com/

    Balas
  • 5. Asep epul  |  5 Januari 2011 pukul 9:11 pm

    Salam kenal juga bro . . .

    Balas
  • 6. anugrah  |  9 Januari 2011 pukul 11:31 am

    tukeran link dong, link anda sudah saya pasang, mohon pasang link saya juga, segera konfirm ya

    Balas
  • 7. ardi93  |  14 Januari 2011 pukul 5:17 am

    wah, jdi pengen lihat sendiri, soalya udah dari dulu penasaran

    Balas
  • 8. azaxs  |  16 Januari 2011 pukul 11:18 am

    beberapa bulan lau saya pernah liat halo bulan, tapi belum liat halo matahari.. jadi penasarran juga..

    salam kenal masšŸ™‚

    Balas
  • 9. Runa Van Error  |  22 Januari 2011 pukul 8:09 pm

    Wow keren ya :matabelo

    Balas
  • 10. Rewian  |  23 Januari 2011 pukul 6:24 am

    wew,, di daerah ane dulu juga pernah kejadian,
    btw salam kenal yahšŸ™‚

    Balas
  • 11. arisukyu  |  12 Februari 2011 pukul 6:33 am

    Wah, aq belum pernah liat secara langsung halo matahari..šŸ˜€

    Balas
  • 12. SUTONG  |  18 Februari 2011 pukul 9:33 am

    APA INI?

    Balas
  • 13. anshari  |  27 Mei 2011 pukul 7:42 pm

    bagus blognya bro aku dari y!a

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Arsip

Jejaring Sosialku

Twitter Terbaru


%d blogger menyukai ini: