Sembilan Spesies Baru Terungkap di Terumbu Karang Bali

11 Desember 2011 at 1:40 am 1 komentar

Para peneliti baru saja mengumumkan sebuah gelembung karang yang menyerupai bunga aster di bawah air dan dihiasi taman belut adalah di antara sembilan spesies baru berpotensi yang ditemukan di terumbu karang Bali. Sisi negatifnya: para penyelam menemukan beberapa hiu karang, mungkin sinyal terumbu karang yang tidak sehat.

Sembilan spesies ditemukan di terumbu luar Bali, Indonesia, selama survei dua minggu,sebagai bagian dari Rapid Assessment Program (RAP), dipimpin oleh Conservation International. Survei ini yang dinilai kesehatan terumbu dan akan digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk memutuskan mana terumbu harus diidentifikasi sebagai “Daerah Perlindungan Laut.”

Selama survei, peneliti mengidentifikasi delapan spesies ikan dan satu spesies karang yang belum pernah diamati sebelumnya. Di antara spesies-spesies baru didokumentasikan berpotensi dua jenis cardinalfish, dua varietas dottybacks, belut taman, sand perch, fang blenny, spesies baru goby dan karang Euphyllia sebelumnya tidak diketahui gelembung karang (yang menyerupai bunga aster patch). Para peneliti masih perlu untuk mengkonfirmasi bahwa ini adalah spesies baru, dengan membandingkan denganspesies yang dikenal. [Lihat gambar dari spesies baru]

Spesies baru hanyalah sebagian dari semua peneliti kehidupan telah mengamati sejak 2008. Mereka mendokumentasikan total 953 spesies ikan karang dan 397 spesies karang. Karang mereka amati cukup sehat, dengan perbandingan 7:1 hidup hingga karang mati.

“Kami melakukan survei ini hadir dalam 33 lokasi di seluruh Bali,” kata Mark Erdmann,penasihat senior program kelautan CI Indonesia, dalam sebuah pernyataan. “Adaberbagai habitat yang luar biasa, sangat tinggi tingkat keanekaragaman dan terumbu karang tampaknya berada dalam tahap pemulihan yang aktif.”

Terumbu tampaknya akan pulih tetapi mereka masih membutuhkan perlindungan.Kurangnya hiu bisa menjadi pertanda buruk, karena mereka merupakan bagian integral dari terumbu karang yang sehat. “Ini survei RAP menekankan betapa pentingnya kawasan perlindungan laut,” kata Erdmann.

 

Heteroconger, a new garden eel Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

Heteroconger, spesies baru dari kebun belut, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Euphyllia, a new bubble coral Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

Euphyllia, spesies baru dari gelembung karang, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Apogon, a new cardinalfish Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

Apogon, spesies baru cardinalfish, salah satu dari sembilan spesies barudiidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Grallenia, a new goby Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

spesies baru goby, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Heteroconger, a new garden eel Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

Heteroconger, spesies baru dari kebun belut, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

An adult Manonichthys, a new dottyback Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

An dewasa Manonichthys, spesies baru dottyback, salah satu dari sembilanspesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

A juvenile Manonichthys, a new dottyback Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

A remaja Manonichthys, spesies baru dottyback, salah satu dari sembilanspesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Meiacanthus, a new fangblenny Credit: © Conservation International/Mark Erdmann

Meiacanthus, spesies baru fangblenny, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Parapercis, a new sandperchCredit: © Conservation International/Mark Erdmann

Parapercis, spesies baru sandperch, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Pseudochromis, a new dottybackCredit: © Conservation International/Mark Erdmann

Pseudochromis, spesies baru dottyback, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Siphamia, a new cardinalfishCredit: © Conservation International/Mark Erdmann

Siphamia spesies baru cardinalfish, salah satu dari sembilan spesies baru diidentifikasi melalui  Conservation International’s Bali Rapid Assessment Program.

Jennifer Welsh, LiveScience Staff Writer

You can follow LiveScience staff writer Jennifer Welsh on Twitter @microbelover. Follow LiveScience for the latest in science news and discoveries on Twitter @livescience and onFacebook.

Adapted from: livescience , livescienceimage

Entry filed under: Artikel, Berita, Sains, Teknologi. Tags: , , , , , , , , , , .

Herbarium 2011 in review

1 Komentar Add your own

  • 1. ghea  |  18 Desember 2011 pukul 7:39 pm

    wah bru tau saya. ternyata msh bnyak spises2 bru yg msh blm di ketahui org

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Arsip

Jejaring Sosialku

Twitter Terbaru


%d blogger menyukai ini: