Kementerian BUMN dukung pengembangan sistem integrasi sapi – kelapa sawit di 10 PTPN

13 Juni 2012 at 1:11 pm 1 komentar

Pada tanggal 9 Februari 2012  kunjungan kerja Menteri BUMN bapak Dahlan Iksan  ke lokasi PTPN VI sebagai bagian dari kunjungan kerja Menteri BUMN mendampingi Presiden RI dalam rangka hari Pers Nasional.  Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PTPN VI beserta seluruh jajarannya, Direktur PPKS, Kapuslitbangnak beserta peneliti, KaBBMektan beserta peneliti,

perwakilan dari Ditjen PKH dan Forum Komunikasi BUMN.  Pihak PTPN VI telah menyiapkan kandang kelompok dengan kapasitas 50 ekor (2 kandang @ 25 ekor) dan peralatan shredder (pencacah pelepah sawit) dan mikser (pencampur pakan ternak) berasal dari BBMektan.
Dalam sambutan dan arahannya dikatakan bahwa Kementerian BUMN merasa bertanggung jawab untuk dapat melaksanakan integrasi sapi di lahan perkebunan sawit milik perkebunan Negara tersebut. Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu alternative sumber pakan yang murah dan tersedia dengan melimpah, sehingga dapat menajadi sumber pakan ternak.Selama ini pelepah sawit yang dipotong dijadikan pupuk dengan cara ditumpuk di samping  tanaman sawit, namun dengan adanya ternak, maka pelepah diolah terlebih dahulu. Salah satu prinsip dari perkebunan sawit bahwa semua bahan organik harus dikembalikan ke kebun sawit sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki tekstur tanah.  Saat ini terdapat sekitar 600 ribu ha perkebunan sawit Negara yang secara teoretikal mampu menampung paling tidak 600 ribu ekor sapi. Pakan sapi didapatkan dari pemanfaatan pelepah sawit sebagai sumber serat ditambah dengan bungkil inti sawit, solid sawit maupun hijauan pakan ternak yang tumbuh di sekitar lokasi. Namun demikian diharapkan bahwa pemeliharan sapi ini tetap harus dikandangkan, sementara  kotoran yang diperoleh dari kandang kelompok tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman inang. Kandang kelompok model Grati ini (25 ekor sapi betina dicampur dengan sekor pejantan) dapat meningkatkan kelahiran hingga sekitar 70%, efisiensi tenaga kerja karena ternak tidak perlu dimandikan setiap hari, dan pupuk yang sudah diolah dapat dipanen setiap 2 bulan dan siap dipergunakan.
Selanjutnya pada acara tinjauan lapang dan diskusi telah dihasilkan beberapa kesepakatan antara lain adalah :  a) dukungan dari Meneg BUMN untuk dilaksanakannya integrasi sapi-sawit di perkebunan sawit negara dengan tujuan utama untuk mengurangi impor sapi ; b) memerintahkan agar dapat dilaksanakan integrasi sapi di 10 PTPN sawit guna dapat mengakomodir 100.000 ekor sapi; c) kegiatan tersebut akan dibiayai oleh Kemen BUMN dan perbankan; d) rumpun sapi yang akan digunakan dalam integrasi tersebut adalah sapi lokal (sapi Bali) maupun rumpun sapi yang dapat beradaptasi di lingkungan setempat; e) Kementerian BUMN akan menyiapkan kapal Pelni (three in one) yang dapat untuk membawa penumpang, barang dan ternak dari Indonesia Timur ke Jakarta. Hal tersebut disampaikan mengingat bahwa populasi sapi dan kerbau (hasil PPSK2011) mencukupi namun tersebar di lokasi yang sulit terjangkau.

Adapted from: puslitbangnak

Entry filed under: Peternakan. Tags: , , .

SDS-PAGE Tips Memilih Daging Segar & Halal

1 Komentar Add your own

  • 1. anton  |  30 Juli 2012 pukul 4:46 pm

    saya sangat berminat berternak sapi-sawit di kebun saya 100 ha

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Arsip

Jejaring Sosialku

Twitter Terbaru


%d blogger menyukai ini: